Dulu, aku masih ingat, pertama kali bertemu kamu memakai baju olahraga berwarna orange dan putih memakai kacamata, slayer berwarna abu-abu dan mengenakan sepatu berwarna putih. Ketika kita pertama kali bertemu, aku ingat kata pertama yang kau ucapkan padaku. Aku mengenalimu lewat salah satu sahabatku. Memang, dulu aku belum terlalu mengenalimu, seperti kamu mengenaliku. Tetapi, waktu terus berjalan sampai akhirnya kita bisa menjadi teman, menurutku saat itu kamu orangnya biasa saja, tetapi semakin hari kau semakin menyenangkan. Sampai akhirnya kita bisa menjadi sahabat, mungkin waktu itu menurutku kau sahabat pria yang terdekat yang pernah kumiliki, hanya kau yang selalu buatku nyaman, beda dengan pria lainnya. Kita bahkan pernah jalan, jalan-jalan mengelilingi indahnya kota Jakarta dari pagi hingga larut malam, hanya berdua. Bahkan sampai akhirnya aku merasakan perasaan yang berbeda, lebih dari seorang sahabat. Mungkin hanya aku yang merasakan itu, sampai akhirnya aku hanya memendam perasaan itu sendirian, tak ada yang tahu begitupun sahabatku yang lainnya. Akhirnya bulan demi bulan kita lewati makin hari perasaan makin menjadi-jadi! Aku sudah tak kuat menahannya, tetapi aku tak sanggup mengatakan padanya, karena aku tahu, aku ini seorang wanita. Pada akhirnya aku hanya menunggu sampai dia merasakan hal yang sama. Ternyata aku menunggu tak sia-sia, ternyata dia juga merasakan hal yang sama sepertiku. Hatiku berdegub kencang, cintaku ternyata tak bertepuk sebelah tangan.Pada akhirnya tepat malam hari, kau menyatakan cintamu lewat suara telepon. Tetapi aku tetap senang. Akhirnya kita menjalani hari-hari berdua.Waktu itu tepat satu bulan aku berhubungan dengan dia, aku belum pernah merasakan apa itu tepat satu bulan jadian, akhirnya malam hari dia pun mengajakku ke sebuah tempat makan sederhana, Aku merasakannya, itu sangat indah, tetapi setelah kita menghabiskan makanan yang sudah dipesan, dia mengucapkan satu kalimat yang ingin mengakhiri hubungan ini. Aku sedih, padahal aku baru saja merasakannya tetapi tiba-tiba dia mengakhirinya. Beberapa bulan kemudian dia mendekatiku kembali, memberi harapan-harapan, ternyata dia ingin kembali kepelukannya, hatiku senang sekali, tetapi beberapa bulan kemudian aku dan dia mengakhirinya.Terus begitu saja, kembali kepelukannya, pergi dari pelukannya, sampai akhirnya dia benar-benar pergi. Sudah 2tahun kita menjalin sebuah hubungan, hingga akhirnya dia benar-benar tidak kembali kepelukanku. Detik demi detik ku lewati, tak ada satupun yang bisa menggantikannya. Sedangkan dia? Dia sudah mempunyai seorang wanita yang mungkin ia cintai. Aku? Hati sangat sedih, ingin sekali ku menangis, tapi apa gunanya? Sekarang tinggal aku yang harus mengikhlaskannya, harus aku yang merelakannya, dan harus aku yang menerima kenyataan. Aku bukan siapa-siapa dia lagi, sekarang aku hanya sekedar teman. Teman yang dulu, sejak pertama kali bertemu.Aku ingin pergi bersamamu, pergi melewati indahnya kota Jakarta hanya denganmu, tetapi kau sudah mempunyai kekasih yang lain, yang mungkin akan mengajaknya menikmati indahnya kota Jakarta dari pagi hingga larut malam, seperti layaknya aku dulu. Aku rindu kamu.
20 September 2013
Rindu
Labels:
Curahan hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comment:
Post a Comment